Al Ummu Madrasatul Ula'

9:31:00 PM

Mungkin kalimat ini sering kita dengar atau kita gunakan. Namun seringkali kita lupa esensi nya, atau terlewatkan begitu saja. Arti kiasan tersebut yang berarti 'Seorang Ibuadalah madrasah pertama bagi anak anaknya' mempunyai makna bahwa pengetahuan awal anak anak kita berasal dari ibunya. Ibunya adalah guru pertama, sebelum si anak menimba ilmu di sekolah atau belajar dari lingkungan sekitarnya. Anak akan mencontoh apa yang ibunya lakukan, dan bahkan mengikutinya. Salah satu contoh cerita yang cukup bermakna dalam bagi Saya adalah :


'Nabi Nuh ratusan tahun berdakwah, namun anaknya tidak sholeh, sementara Nabi ibrahim semasa hidupnya, hanya beberapa kali bertemu dengan Nabi Ismail, namun Nabi Ismail begitu sholeh, adalah dikarenakan mempunyai Ibuyang sholehah, yang mendidik nya dengan penuh ketegaran, kasih sayang dan kepatuhan terhadap Allah SWT'



Ini menjadi contoh, bahwa Ibu berperan besar dalam mendidik anaknya ingin seperti apa, ingin menjadi apa. Karena anak adalah tabungan terbesar kita yang jika kita mendidik dengan baik, tidak hanya akan memberi kebahagiaan di dunia, namun bisa membantu menambah amal kita di akhirat kelak.



Saya mempunyai 2 anak, Aliyya (6th), Ali (1 th). Sejak awal Saya amaze bagaimana anak anak ini mencontoh kami orang tuanya. Ngga bisa juga dibilang bagus semua, contohnya yang paking susah adalah penggunaan gadget dan nonton tv. Saya tau dari beberapa teman bahwa gadget pada anak itu sangat adiktif, akhirnya dari awal Saya keras membatasi. Gadget, yang kalo di Aliyya dimanfaatkan buat nonton youtube, hanya diperbolehkan malam hari paling lama 1 jam. Saya juga meminjamkan dari handphone Saya dengan catatan bahwa kapanpun Saya butuh akan Saya ambil. Tapi Alhamdulillah, ternyata, justru Aliyya kalo dikasih gadget malah cepet tidurnya. Sekitar 10 menit dia buka channel (Saya batasi dan kita harus tau apa yang dibuka), dia pasti ketiduran. Jadi surprisingly gadget membantu anak Saya dari tidur malam hehehe.. Tapi itu Aliyya, setiap anak pasti berbeda.







Kalo ditanya, pola mendidik anak yang seperti apa yang Saya terapkan, pasti akan Saya jawab, ada dua, yang pertama parenting islami, dimana kita mengajarkan anak yang kecil kecil dari mulai salam, baca basmalah, baca hamdalah, sopan santun, adab, doa doa, sholat dan baca Qur'an, sampai puasa.



Lalu yang kedua, parenting naluri. Saya suka melihat sahabat atau teman teman Saya mendidik anak dengan pola ini itu. Ada yang mengedepankan negosiasi, ada yang menonjolkan ekspresi atau kelebihan anak, ada yang anak dijadikan teman, ada yang super galak dan sebagainya. Parenting naluri menurut Saya adalah pola parenting dimana hanya kita yang tau, kita yang merancang, ngga usah liat kanan kiri, namun tetap pakai prinsip dan pedoman. Buat Saya, sesekali bikin anak 'takut' dalam arti kata 'hormat' sama kita ya gak apa apa. Selama kita mengajari nya dengan santun dan sabar. Menurut Saya boleh kok anak dilarang beberapa hal, tapi alasan nya harus tepat. Yang jelas, tidak ada template ideal mendidik anak, tirulah gaya Rasulullah, yang penting saat kita mendidik dan merawat anak menjadi sholeh sholehah, itulah yang terbaik. Dia bisa saja pintar, atau mungkin cukup 'bisa' saja, dia mungkin cakap cas cis cus berbahasa asing, atau mungkin jago piano dan renang, tapi pada akhirnya anak sholeh sholehah lah yang akan membawa nya ke surga nya Allah, dan Insya Allah bersama dengan orang tuanya.






Rabbiii Habblii Minassholihiinn

Rabbana hablana min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrotaa'yun waja'alna lilmuttaqiina imaaamaa

Rabbij'alni muqiimassholah wamindzurriyati rabbana Wataqobbal du'aa



Semoga Allah mengabulkan doa kita semua




Salam,


Syifa Fauzia




You Might Also Like

0 comments