Pray For Garut

1:06:00 AM



Sebagai bagian dari sebuah komunitas dan organisasi, setiap ada kejadian atau bencana alam, Saya berusaha untuk bisa ambil peduli, galang dana dan kirim bantuan. Bukannya itu adalah salah satu tujuan kita gabung di komunitas kan? Bermanfaat bagi orang lain


Khairunnaas anfauhum linnass - sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.



Namun, menitipkan rezeki kita untuk disalurkan, dengan kita sendiri ikut menyalurkan langsung, tentu impact nya buat diri kita sangat berbeda. Saat kita menyalurkan langsung, rasa simpati, rasa ikut dukacita, rasa kepedulian berkali kali lipat lebih tinggi. Dan Saya suka moment tersebut, moment dimana kita melihat kesusahan dan berfikir bahwa kuasa Allah sangat besar, moment dimana kita lebih berserah diri karena kita sangat kecil dimata Allah, atau moment saat membantu yang kesusahan dan melihat rona bahagia dimatanya secara langsung, atau moment rasa syukur yang besar akan apa yang kita punya. Dan semua itulah yang Saya rasakan, saat Saya pergi ke Garut beberapa waktu lalu.





Pergi ke Garut adalah inisiasi kami di Badan Kontak Majelis Taklim dan juga Hijabers Community. Dua inilah organisasi yang Saya pimpin dan involve didalamnya. Dari BKMT terkumpul 23 juta rupiah lebih, dari Hc terkumpul 8 juta. Setelah dapet info kalau disana lebih membutuhkan kompor, alat masak, dsbg, akhirnya kita bawa Alhamdulillah banyak sekali barang antara lain :



30 kompor dan regulator
5 Karpet
30 seprai
5 lusin bantal
10 wajan besar dan kecil
Lusinan piring dan alat makan
Mie instant, susu dll
Uang tunai



Sebenarnya kepergian kami ke Garut bisa dibilang cukup telat, karena para pengungsi sudah pindah, dan memberikan bantuan tidak bisa lagi di beberapa tempat, harus di Kodim. Naahh kebetulan tujuan kita adalah bisa berinteraksi langsung ke warga, akhirnya kita minta salah satu relawan untuk membawa kita ke tempat bencana, dan akhirnya sampailah kita disana.





Desa Jati Tarogong termasuk daerah paling parah yang terkena imbas banjir bandang. Untungnya, posisi nya dekat sekali dengan rumah sakit, banyak warga yang bisa selamat karena keburu dibawa ke rumah sakit. Meskipun begitu, ada 20 orang wafat dalam musibah ini. Saat sampai disana, hujan deras langsung turun mengguyur, Saya sempat minta sama relawan untuk langsung membawa Saya ke TKP. Dan, Masya Allah, ternyata daerah ini sangat parah. Banyak sekali rumah yang terbawa arus, atau bahkan 'tinggal setengah'. Jangan ditanya barang barang yang hilang, sudah tidak bisa dihitung lagi.





Ada satu tempat yang membuat Saya terharu, yaitu  PAUD di lingkungan ini. Paud tersebut sekarang tinggal 'setengah'. Untung banjir bandang itu tidak menghanyutkan anak-anak didik di PAUD ini. Pintu belakang kami ini, langsung blong mendekati sungai, ruangan ini tersapu bersih banjir bandang.



Tidak jauh dari situ, ada satu musholla. Musholla ini pun sudah kehilangan mck dan tempat wudhu nya. Akhirnya, kami berniat untuk memberikan uang tunai Rp. 4.500.000 ke musholla tersebut, yang semoga bisa digunakan membangun kembali mck dan tempat wudhu.





Saat bantuan tersebut diberikan kepada pengurus Masjid, si Bapak sangat terharu samapai menangis, sontak rombongan yang isinya hampir semua Ibu-Ibu pun tak kuasa membendung air mata. Kita dihubungkan oleh rasa simpati luar biasa, menolong saudara saudara kita yang sebelumnya kita gak pernah mengenal. Suasana nya sangat terharu, sampai kita pun tak kuasa bercucuran air mata.






Saya meninggalkan Garut, dengan berbagai perasaan campur aduk.



1. Langsung mikir, ya Allah.. Sabarkan mereka yang kena musibah, karena pasti dari yang tadinya punya tiba tiba kehilangan, pasti ga akan mudah, dan menimbulkan trauma luar biasa.
2. Banyak banget yang kita punya, kadang kita lupa bersyukur, bahkan masih gak puas, mau punya yang lebih lagi.
3. Kalau hanya sendiri, mungkin bantuan yang diberikan ga akan seberapa, tapi bila dilakukan bersama, bantuan yang diberikan berkali lipat.



Semoga apa yang kami bawa jadi manfaat dan semoga dihitung Allah menjadi amal jariyah kami, Insya Allah, Amin


Salam

Syifa

You Might Also Like

0 comments